Oleh: pancat | Februari 14, 2008

Pesan guru pada muridnya

Seorang guru memberikan bekal kepada salah satu muridnya yang akan pergi merantau :
“Nak, sesampainya kamu di kehidupan masyarakat baru nanti, ambillah sebatang kayu yang halus dan beberapa butir paku. Tiap malam, merenunglah atas apa saja yang telah kamu perbuat terhadap orang lain pada siang hari sebelumnya. Setiap kamu berbuat jelek atau sehabis menyakiti hati orang lain, pukullah satu batang paku kedalam kayu halus yang kamu bawa.
Sebaliknya …. setiap kamu berbuat satu kebaikan terhadap orang lain, atau kamu meminta maaf terhadap orang yang telah engkau sakiti maka cabutlah satu batang paku dari batang kayu tersebut.
Setelah satu bulan coba kamu amati kembali batang kayu itu, ada berapa batang paku yang masih tersisa pada kayu tersebut ??? Dan lihatlah ada berapa lubang pada kayu karena bekas dari paku yang telah kamu cabut. Ingatlah muridku … meskipun kamu telah mencabut satu batang paku, kamu lihat masih tersisa lubang pada kayu itu. Ibaratkan kayu tadi adalah hati seorang manusia, meskipun engkau telah meminta maaf, maka akan ada bekas lubang meskipun paku telah kamu cabut.
Oleh karena itu muridku, jangan sampai kamu menyakiti hati orang lain baik itu melalui lisan kamu, perbuatan kamu taupun yang lainnya. Karena sekali kamu sakiti hati orang, bekas itu akan sulit untuk dihilangkan meski kamu telah meminta maaf (seperti halnya kamu cabut paku dari batang kayu itu, masih tampak bekas lubang)”

Iklan

Responses

  1. pesan yang gampang dicerna, meski tidak gampang untuk melaksanakannya. tx

  2. Menancapkan paku lebih mudah daripada mencabut paku, maka jika kita berat untuk mencabut paku, lebih baik jangan sekali kali menancapkannya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: