Oleh: pancat | Februari 13, 2008

Dialog anak dan paman

Suatu hari, kurang lebih 1400 an tahun lalu sang paman mendatanginya sembari berkata :
“Hai anak saudaraku, beberapa hari lalu telah datang menemuiku para pemuka kota ini. Mereka menawariku segala hal yang kamu mau. Apakah kamu mau kekuasaan ? harta yang berlimpah ? mereka akan mengumpulkan seluruh harta dari para bangsawan di kota ini untukmu. Apakah kamu mau istri yang cantik ? mereka akan carikan seluruh wanita tercantik di kota ini, lantas kamu bisa memilihnya mana yang kamu suka. Tapi ada satu hal, kamu akan mendapatkan semuanya dengan syarat harus berhenti mendakwahkan ajaranmu itu”.
Sang keponakan, dengan berlinang air mata menjawab kepada paman yang selama ini mengasuhnya :
“Wahai paman, meskipun diberikan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, niscaya tidak akan pernah aku berhenti meluaskan ajaran Allah ini kepada seluruh umat manusia “.
Itulah jawaban keponakan yang tidak haus akan kekuasaan, harta ataupun wanita. Semua dia lakukan demi tersiarnya ajaran Allah (Islam) di muka bumi ini sebagai rohmatan lil ‘alamin.
Meskipun penindasan dan intimidasi selalu menerpa beliau dan pengikutnya, beliau sebagai nabi dan rosul terakhir tetap tabah menyebarkan ajaran Islam hingga ke seluruh penjuru dunia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: