Oleh: pancat | Februari 19, 2008

Kipas Angin

Punten kalo ada yang sdh pernah baca.
Ceritanya ni, di alam mimpi seorang warga negara indonesia diajak jalan jalan sama malaikat ke alam akherat.
Di pintu gerbang neraka, dia diajak melihat sejumlah jam dinding, ada banyak jam dinding disana sebanyak negara yang ada sekarang. Jadi ada jam Jepang, jam Inggris, Indonesia, Filipina dll.
Tapi aneh, berputarnya jarum detik itu kok kagak sama untuk tiap jam “negara” tersebut. Ternyata menurut malaikat bahwa jarum jam itu berputar menurut tingkat korupsi yang terjadi di masing2 negara. Jadi makin cepat berputar jarumnya berarti makin tinggi tingkat korupsi di negara bersangkutan.
Jam Jepang agak lambat, demikian pula Inggris. Jam Filipina lebih cepat (mungkin karena korupsinya presiden marcos kali yaa…). dst.
Orang tersebut penasaran kok jam Indonesai nggak ada ?
“Bang malaikat, jam Indonesia kok kagak ada ?” tanyanya,
Setalah sang malaikat konfirmasi di bagian dapurnya akherat, dia bilang :
“Gini mas, tadi saya nanya dibagian dapur, ternyata di dapur itu AC nya lagi mati, dan kagak ada kipas angin jadi pada kepanasan disana. Maka diambillah jam Indonesia dipake buat kipas karena itu yang paling gede anginnya … “
Nah .. lho … :) tanya “kEn..aPa?”
He.. he… malaikat loh yang bilang ….

Oleh: pancat | Februari 18, 2008

Asset masa depan ….

Asset masa depan ….Malam tadi sekitar pk 23.00, kupandangi wajah anakku yang pulas tertidur … begitu polos wajahnya. Kadang aku termenung,”Masa depan seperti apa yang akan kuberikan padanya kelak ?”.
Sebagai orang tua tentu harus menyiapkan pendidikan sebaik2nya, apalagi dibidang agama. Karena anak yang sholeh yang selalu mendo’akan kita merupakan asset yang sangat berharga bagi kita kelak. Mereka, anak2 kitalah yang akan senantiasa memohonkan ampun kepada Allah manakala kita sudah pergi menghadapNYA kelak.

Mudah2an kelak kamu jadi anak yang pinter dan sholeh, selalu mendo’akan dan mohon ampunan pada Allah.

“Ya Allah, jadikalah anak2 kami penyejuk mata kami, dan jadikanlah mereka pemimpin bagi orang2 yang bertaqwa” ……..

Oleh: pancat | Februari 14, 2008

Umar bin Khotob

Seperti Biasa Umar Ibnu Al-Khotob keliling kota madinah malam itu untuk melihat secara langsung keadaan rakyatnya. Beliau waktu itu menjabat sebagai Khalifah di Madinah. Sebagai pemimpin tertinggi beliau merasa sangat bertanggung jawab akan kesejahteraan rakyatnya. Beliau takut kelak dihadapan Ilahi akan dimintai pertanggungjawaban atas segala yang dipimpinnya.
Hingga beliau tiba di salah satu rumah seorang janda yang tinggal bersama beberapa anaknya yang masih kecil2.
Malam itu Umar mendengar suara tangisan anak2 tersebut, disamping ada suara lain seperti suara air yang sedang mendidih diatas tungku api. Merasa penasaran, Umar mengetuk pintu rumah tersebut :” Assalamu ‘alaikum ” katanya.
Setelah dibukakan pintu, Umar bertanya kepada perempuan pemilik rumah “Ada apa gerangan , kenapa anak2 mu pada menangis ?”,
“Anak2ku pada menangis karena kelaparan “
“Bukankah kamu memasak makanan ? ” tanya Umar.
“Yang saya masak itu adalah batu yang saya rebus untuk menghibur anakku biar mereka tenang, kalo mereka ingin makan saya bilang ‘nak makanannya belum matang tunggu sebentar ya’ begeitu seterusnya, karena saya tidak punya gandum dan makanan lain untuk dimasak”
Umar merasa terpukul dengan jawaban tadi, dengan cepat dia pergi ke rumah, mengambil 2 karung gandum lantas dengan dipanggul sendiri dipundaknya dia bawa gandum tersebut ke rumah sang ibu tadi.
“Wahai ibu yang baik, ini aku bawakan 2 karung gandum untuk dimasak, mudah2an anak2mu tidak akan kelaparan lagi”
“Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan berlipat, anda sangat baik sekali bahkan lebih baik dari pada sang khalifah” kata perempuan tersebut yang rupanya tidak tahu bahwa laki-laki yang ada didepannya adalah sang khalifah Umar yang sedang menyamar.

Itulah sosok pemimpin Umar bin Khotob, dia bawa sendiri makanan dengan dipikul, dia tidak mau gandum itu dibawakan oleh orang lain, karena merasa bersalah salah satu rakyatnya berada dalam kelaparan.

Andaikata pemimpin negeri ini bersikap seperti  beliau …dengan mata kepala sendiri melihat kondisi rakyatnya tentu akan beda dibandingkan hanya mendengar laporan dari bawahannya saja..

Oleh: pancat | Februari 14, 2008

Pesan guru pada muridnya

Seorang guru memberikan bekal kepada salah satu muridnya yang akan pergi merantau :
“Nak, sesampainya kamu di kehidupan masyarakat baru nanti, ambillah sebatang kayu yang halus dan beberapa butir paku. Tiap malam, merenunglah atas apa saja yang telah kamu perbuat terhadap orang lain pada siang hari sebelumnya. Setiap kamu berbuat jelek atau sehabis menyakiti hati orang lain, pukullah satu batang paku kedalam kayu halus yang kamu bawa.
Sebaliknya …. setiap kamu berbuat satu kebaikan terhadap orang lain, atau kamu meminta maaf terhadap orang yang telah engkau sakiti maka cabutlah satu batang paku dari batang kayu tersebut.
Setelah satu bulan coba kamu amati kembali batang kayu itu, ada berapa batang paku yang masih tersisa pada kayu tersebut ??? Dan lihatlah ada berapa lubang pada kayu karena bekas dari paku yang telah kamu cabut. Ingatlah muridku … meskipun kamu telah mencabut satu batang paku, kamu lihat masih tersisa lubang pada kayu itu. Ibaratkan kayu tadi adalah hati seorang manusia, meskipun engkau telah meminta maaf, maka akan ada bekas lubang meskipun paku telah kamu cabut.
Oleh karena itu muridku, jangan sampai kamu menyakiti hati orang lain baik itu melalui lisan kamu, perbuatan kamu taupun yang lainnya. Karena sekali kamu sakiti hati orang, bekas itu akan sulit untuk dihilangkan meski kamu telah meminta maaf (seperti halnya kamu cabut paku dari batang kayu itu, masih tampak bekas lubang)”

Oleh: pancat | Februari 13, 2008

Dialog anak dan paman

Suatu hari, kurang lebih 1400 an tahun lalu sang paman mendatanginya sembari berkata :
“Hai anak saudaraku, beberapa hari lalu telah datang menemuiku para pemuka kota ini. Mereka menawariku segala hal yang kamu mau. Apakah kamu mau kekuasaan ? harta yang berlimpah ? mereka akan mengumpulkan seluruh harta dari para bangsawan di kota ini untukmu. Apakah kamu mau istri yang cantik ? mereka akan carikan seluruh wanita tercantik di kota ini, lantas kamu bisa memilihnya mana yang kamu suka. Tapi ada satu hal, kamu akan mendapatkan semuanya dengan syarat harus berhenti mendakwahkan ajaranmu itu”.
Sang keponakan, dengan berlinang air mata menjawab kepada paman yang selama ini mengasuhnya :
“Wahai paman, meskipun diberikan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, niscaya tidak akan pernah aku berhenti meluaskan ajaran Allah ini kepada seluruh umat manusia “.
Itulah jawaban keponakan yang tidak haus akan kekuasaan, harta ataupun wanita. Semua dia lakukan demi tersiarnya ajaran Allah (Islam) di muka bumi ini sebagai rohmatan lil ‘alamin.
Meskipun penindasan dan intimidasi selalu menerpa beliau dan pengikutnya, beliau sebagai nabi dan rosul terakhir tetap tabah menyebarkan ajaran Islam hingga ke seluruh penjuru dunia.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori